Blog Archive

Six Types Of Collocation

Hello friend, It’s my pleasure to meet you again on my article. I hope that you are not going to be bored reading my article…..:) The first time I heard about the word “collocation” is when I got test applying my first job as English tutor. I didn’t know what the meaning was at that time, how ashamed I was knowing that I didn’t know anything about collocation, but the weird is,

How to speak English fluently

Many people have different reason to learn English, we can agglomerate them as two large criteria, they are group which has purpose to speak fluently, and another group is which has purpose for academic purpose or writing purpose. By knowing our purpose learning English we can easily find out the best method we can use to reach our goal.

25 Kesalahan dalam belajar bahasa Inggris

Sebagai orang yang sedang mempelajari bahasa Inggris, membuat kesalahan kesalahan saat berlatih adalah hal yang wajar dan kesalahan – kesalahan dibawah ini kerap sekali terjadi, namun kalo tidak membuat kesalahan,maka kita tidak akan mengetahui kesalahan kita kan….

Bingung cari kursus bahasa Inggris?

Sengaja aku menulis artikel ini, bukan bermaksud promosi…. Tapi ya, kalo bos aku liat aku dan suka dengan tulisanku, ya… kali aja dapet bonus ya dikantor… hahaha (ngarep beut ya), mencari kursus bahasa asing di jakarta memang gampanng – gampang susah, terlebih semua mempunyai keunggulannya masing masing. Salah satunya adalah KUMON bahasa Inggris, franchaise.

Games for English class

As a teacher, specially an English teacher, we are demanded to be creative, more creative we are, more knowledge the students will get. And one of the ways to teach English creatively is through the game. Since a long time ago, the language experts have already proved that learning language through game is more effective.

Showing posts with label grammar. Show all posts
Showing posts with label grammar. Show all posts

Saturday, June 6, 2015

Consonant, Vowel and Difthong

Consonant

Consonant is a speech sound that is articulated with complete or closure of the vocal tract. to avoid the ambiguous sound, you should learn IPA (International Phonetic Alphabet)

There are 21 consonants letters in English with 24 consonants sounds in most of English. I didn't learn linguistic deeply.

Beside the consonant letters, as miss +Santi Awati​​ had said, the sound "th", "ch" are also consonant for a single sound.
And letter "x" has two consonants sound which is "ks"

Vowel 

Vowel is a speech sound in which the mouth is open and the tongue is not touching the top of the mouth, the teeth.eg: a,i,u,o, e, The letter "Y" can be both consonant and vowel. In the word "yellow" the "y" is a consonant, but in the word happy, the "y" is a vowel.

Difthong

difthong as I have asked to my master mr +Anton Ardyanto​​ had said. That difthong is the sound which you pronounce as 2 vowels. There are many difthong in English linguistic, such as :

ei : rate, may, say, afraid, remain
The letter "a" is difthong as it pronounce as "ei".

ai : combine, arrive, smile
The letter "i" is diftong as it pronounce as "ai"

au : how, cow, browser
The letter "ow" is difthong as it pronounce as "au".

oi : joy, toy, loyal, destroy
The letter "oy" is difthong as it pronounce as "oi".

The important thing you should remember about difthong is, that is the way you pronounce, not the way its written.

Wednesday, June 3, 2015

Cara Membedakaan Contraction 'd dan 's



Dalam penulisan bahasa inggris maupun pengucapannya, terkadang kita menggunakan contraction untuk menyingkat kata, namun kadang membingungkan bagi kita yang belum terbiasa dengan penyingkatan kata ini, saya selalu menganjurkan seseorang yang belajar bahasa inggris untuk menggunakan kata yang tidak disingkat agar mudah memahami dan menambah vocabulary, setelah kita mengerti kalimat lengkapnya barulah kita dapat menyingkat kata dengan contraction, sehingga terhindar dari kebingungan.
Dalam kaitannya menyingkat kata, ada beberapa contraction yang umum digunakan dalam bahasa inggris, diantaranya :
  • ’ve =  have
  • ’s =  is / has
  • ’d = would / had
  • ’re = are
  • ‘ll = will
  • ‘m = am
Perhatikan contraction diatas, ada 2 contraction yang dapat membingungkan kita yaitu ‘d dan ‘s karena ada 2 arti yaitu is dan has, would dan had, lalu bagaimana kita membedakannya?? Kita akan membuat suatu contoh kalimat agar mudah dipahami.

Contraction ‘d

Perhatikan contoh dibawah ini :
  • I’d buy a nice house for us
  • She’d bought a beautiful dress for her party.
Pada kalimat “ I’d buy a nice house for us” contraction I’d bermakna I would, sedangkan pada kalimat She’d bought a beautiful dress for her party, contraction She’d bermakna she had.
Untuk membedakan antara would dengan had sebenarnya cukup mudah, yaitu kita melihat kata kerja yang digunakan setelah contraction, makna would selalu diikuti olah kata kerja 1 atau to infinitive, sedangkan makna had selalu disertai dengan kata kerja ke 3.
Contoh lainnya :
  • I’d like to invite you to my house = I would like to invite you to my house.
  • She’d give you good advice = she would give you good advice.
  • You’d be better ask him about this = you would be better ask him about this.
  • We’d been to French = We had been to French.
  • It’d gone = it had gone.

Contraction ‘s

Pada contraction ‘s ini, dapat mempunyai makna is dan has, namun kata has yang dimaksud disini adalah auxiliary has, bukan kata kerja has.
Contoh dalam kalimat :
  • He’s a doctor
  • She’s got flu
Pada kalimat He’s a doctor, mempunyai arti he is a doctor, sedangkan pada kalimat she’s got flu, mempunyai arti she has got flu. Untuk membedakannya, kita harus melihat kata setelah contraction ‘s, bila kata setelahnya adalah kata kerja ke 3, maka dapat dipastikan itu bermakna has, namun bila kata kerja yang menyertai adalah kata kerja berakhiran –ing atau kata benda, maka itu adalah is.
Contoh lainnya
  • He’s driving a car = he is driving a car.
  • She’s a housewife = she is a housewife.
  • He’s been a doctor for 3 years = he has been a doctor for 3 years.
  • She’s studied for her exam = she has studied for her exam.
Namun, dalam bahasa inggris verb “has” jarang digunakan atau tidak lazim digunakan sebagai kata kerja, contohnya:
  • She has 3 cars, tidak lazim disingkat She’s 3 cars, atau
  • He has a cute pet, tidak dapat disingkat menjadi He’s a cute pet.
Okay, sampai disini dulu penjelasannya, semoga bermanfaat…
Cheerio


Thursday, May 28, 2015

Cara Membuat Kalimat Pengandaian

Conditional sentence, dikenal pula dengan nama conditional clause, adalah suatu type subordinate clause yang menggunakan conjunction if atau unless dalam kalimatnya.
Dalam buku grammar, dijelaskan bahwa conditonal sentence ini ada 4 macam, yang ke semuanya mempunyai arti yang berbeda - beda. untuk diperhatikan bahwa kata "unless" adalah bentuk lain dari "if...not". kita akan membahas satu persatu dengan bahasa yang paling mudah dipahami.

Conditional sentence type 0

kalimat ini, membicarakan tentang  kondisi yang merupakan fakta, atau kejadian yang pasti akan terjadi. sedangkan pola kalimat yang digunakan adalah present, present.
kita akan membuat contoh dengan 3 kata yang berbeda yaitu (if dan when), perhatikan :
  1. if you heat the water 100 degrees, it always  boils. ( jika memanaskan air 100 derajat, maka mendidih)
  2. When the morning comes, the sun rises ( jika datang pagi hari, matahari terbit)
Pada kedua contoh diatas, aku memakai conjunction if dan when dalam pembentukan klausanya, hal ini tidak mempengaruhi maknanya, jadi kita dapat menggunakan if dan when dalam membentuk klausa tersebut.

Conditional type 1

Type kalimat ini mempunyai arti, jika suatu kondisi terpenuhi maka kondisi yang lainnya akan terjadi dimasa depan. kita dapat membuat kalusa dengan 'if' dan 'unless', sedangkan hasilnya dapat memakai kata 'will'
contoh dalam kalimat, perhatikan :
  1. If you study hard, you will pass the exam. ( jika kamu belajar giat, kamu akan lulus test)
  2. unless everybody works fast, we won't finish in time. ( jika semua orang tidak bekerja dengan cepat, kita tidak akan selesai sebelum waktunya)
Ingat : Unless everybody works fast = if everybody doesn't work fast.

Conditional type 2

Type kalimat ini mempunyai arti, jika suatu kondisi terpenuhi maka kondisi yang lainnya akan terjadi dimasa lalu, atau juga dapat diartikan kejadiannya yang sangat kecil untuk menjadi kenyataan. kita dapat membuat kalusa dengan 'if' dan 'unless', sedangkan hasilnya dapat memakai kata 'would'
contoh dalam kalimat, perhatikan :
1. If I won a big prize, I would buy a new fancy car.
    ( seandainya aku menang hadiah utama, aku akan membeli mobil baru yang bagus.
2. If I were a president, I would give my people a job.
   ( seandainya aku president, aku akan memberikan rakyatku sebuah pekerjaan )
3. If you were her, what would you do??
   (Seandainya kamu adalah dia, apa yang akan kamu lakukan?)

Ingat : untuk If clause type 2, tobe untuk I adalah "were"

Conditional type 3

Type ini digunakan bila keadaan yang disesali, atau tidak akan terjadi karena sudah terlambat.
Contoh :
1. If I have studied harder, I would have been a doctor by now.
   ( seandainya saja dulu aku belajar lebih keras, aku akan telah menjadi dokter sekarang)
2. She would has graduated, if only she hasn't taken a break.
    ( dia pasti sudah lulus, seandainya dia tidak mengambil cuti )

Okay ya... sampai sini dulu aku nulis tentang conditional clause ini. Semoga bermanfaat....
Sampai jumpa lagi....


Saturday, May 23, 2015

Perbedaan Although, Even though dan Though

Hai teman teman...
Berjumpa lagi dengan aku.... semoga gak bosan ya, baca tulisan tulisan aku.... pada kesempatan ini, aku akan mencoba untuk membahas hal yang sedikit membingungkan yaitu perbedaan even though, although dan though. Sebenarnya agak sulit ini diartikan dalam bahasa indonesia antara even though, although dan though ini, namun akan kita uraikan satu persatu, ketiga kata tersebut mempunyai arti yang sama dalam bahasa indonesia yaitu meskipun/walaupun.

Even though, although dan though adalah conjunction, artinya ini adalah kata hubung yang menghubungkan 2 kalimat yang kontras atau berkebalikan. Biasanya namun tidak selalu, kata even though digunakan bila kondisinya menyatakan keadaan yang negatif, namun hasilnya positif begitu pula sebaliknya. Saya selalu memakai trick ini supaya tidak bingung. Kata ini bisa diletakkan di awal kalimat atau di antara 2 kalimat

Contoh dalam kalimat :
Even though she didn't study hard, she passed the exam
She passed the exam even though she didn't study hard.

Contoh
Though he stole, he didn't threaten violence
Ini bisa diubah dengan :
Although he stole, he didn't threaten violence, atau
He didn't threaten violen although he stole.

Catatan :
Penggunaan even though dan although itu penggunaannya lebih formal dibanding though.

Namun begitu, kata though selain berfungsi sebagai conjunction, kata ini dapat juga sebagai adverb atau kata keterangan, yang TIDAK DAPAT digantikan dengan kata although
Contoh :
I liked the ring. I didn't but it, though.
It is rained. They keep plying football, though

Biasanya, bila though diletakan sbg adv posisinya dibelakang dan tidak bisa diganti dengan although menjadi :
I liked the ring. I didn't buy, although

Jadi, apa yang kita pelajari hari ini dapat kita simpulkan sebaga berikut :
  1. even though, although dan though mempunyai arti yang sama dan berfungsi sebagai conjunction.
  2. Dalam fungsinya sebagai  conjunction kata kata tersebut mennghubungkan 2 klausa yang berkebalikan.
  3. Penempatan ketiga kata tersebut dapat di awal, dan di tengah.
  4. Selain sebagai conjunction, kata though dapat berfungsi sebagai adverb yang tidak dapat digantikan dengan although maupun even though.
  5. even though dan although digunakan pada situasi yang lebih formal, sedangkan though digunakan pada situasi yang informal.
Sampai disini dulu pelajaran kita tentang conjunction ini, semoga bermanfaat.....
Cheerio

Each Other and One Another

 
Hai teman teman.....
Bagaimana hasil belajar kalian melalui blog ini??? semoga dapat dimengerti ya, materi di blog ini...aku menyampaikan materi di setiap artikel dengan bahasa yang paling sederhana, supaya dapat dimengerti oleh kita semua, terutama oleh mereka yang masih awam dengan bahasa inggris. kali ini aku akan membahas materi yang memang penting dalam pelajaran bahasa inggris, yaitu each other dan one another.
sebenarnya penggunaan kedua kata ini dapat saling menggantikan, namun ada poin poin yang harus diingat untuk kedua kata ini. kedua kata ini, each other dan one another dapat ditranslate kedalam bahasa Indonesia dengan kata "saling", dalam posisinya di English Part of  Speech, kedua kata ini termasuk kategori  reciprocal pronoun artinya kedua kata ini menerangkan bahawa 2 orang atau lebih yang melakukan aktifitas bersama dalam suatu kalimat..
Lalu apa perbedaan penggunaan antara each other dan one another???
kita akan ambil contoh dalam suatu kalimat agar mudah dipahami.
Contoh kalimat:
Mary and Danny love each other  =  Mary and Danny love one another.
Pada kalimat diatas, terdapat hanya 2 subjek yaitu Mary dan Danny, dan each other dapat digantikan oleh one another. lalu kita ambil contoh suatu kalimat lagi :
My classmates help one another
Pada kalimat diatas, terdapat lebih dari 2 subjek yang melakukan kegiatan yang sama, maka kita menggunakan one another.

Sebenarnya pada awalnya kedua phrase ini dapat saling menggantikan apapun kondisi kalimatnya, namun saat ini menurut modern grammarist, kedua phrase ini dibedakan penggunaannya, yaitu :
  1. Each other hanya digunakan bila subjeknya 2 orang
  2. One another dapat digunakan dengan 2 subjek atau lebih.
Contoh dalam kalimat :
  1. Peter and Mary helped each other ( Peter dan Mary saling membantu )
  2. we sent Lebaran's card one another. ( Kami saling mengirim kartu lebaran )
  3. They didn't look at one another. ( mereka tidak saling memangdang )
Lalu bisakah each other dan one another ini disandingkan dengan possesive form??? IYA.... BISA.
Contoh kalimat :
  1. They helped to look after each other's children ( mereka saling membantu untuk menjaga anak anak mereka )
  2. we often stay in one another's house ( kami sering saling menginap di rumah )
Jadi apa kesimpulan kitadalam pelajaran kali ini??
  1. Each other hanya digunakan bila subjeknya 2 orang
  2. One another dapat digunakan dengan 2 subjek atau lebih.
  3. Each other dan one another dapat digunakan dalam possesive form
Dibagian atas artikel ini juga telah aku sediakan video yang berkaitan dengan materi yang sedang kita bahas, semoga dapat dipahami dengan baik.
see you again....




Thursday, May 14, 2015

Kata Benda Yang Dapat Dihitung (Countable Noun)

Kata benda yang bisa dihitung (countable Noun) dapat dibagi menjdai 2 kelompok, yaitu kata benda tunggal (singular) dan kata benda jamak (plural). kata benda tunggal selalu diikuti oleh artikel atau modifier, mereka tidak pernah berdiri sendiri, sedangkan kata benda jamak dapat berdiri sendiri. Berikut ini adalah contoh kata benda yang bisa dihitung baik tunggal (singular) maupun jamak (plural).


Singular (Tunggal) Plural (jamak)
A pen / one pen / The book Two books, some books
A pen Pens
A student Five students, any students
A car Three cars
A person Ten people
A deer Four deer
My house some houses

 Contoh kalimat :
  1. I have a story book. The book is not expensive. There are many story books in the bookshop. (Saya mempunyai buku cerita. Buku cerita itu tidak mahal. Ada banyak buku cerita di toko buku itu.)
  2. Doni bought a pen yesterday. He has some pens in his bag. (Doni membeli sebuah pulpen kemarin. Dia memiliki beberapa pulpen di tasnya)
  3. Rinto is a student. Tari,Rina, and Tono are students. (Rinto adalah seorang pelajar. Tari,Rina dan Tono juga pelajar)
  4. I have a deer in the cage. Doni has three deer. (Saya mempunyai seekor rusa. Doni mempunyai tiga ekor rusa)
  5. That is my house. There are some houses around my house. (Itu adalah rumahku. Ada beberapa rumah disekitar rumahku)
Lalu bagaimana mengubah dari singular menjadi plural?
Untuk perubahan plural, dapat ada 2 kategori, yaitu Perubahan kata benda yang beraturan dan perubahan kata benda yang tidak beraturan.

1. Perubahan kata benda beraturan.
    Kalo dalam perubahan kata kerja beraturan kita menambahkan "-ed", maka dalam perubahan kata benda beraturan ini, kita daat menambahkan "-es"
Contoh
  • Book      menjadi       books         ( buku )
  • Box        menjadi        boxes         ( boxes )
  • Boy        menjadi        boys           ( anak laki laki )
  • Teacher  menjadi        teachers       ( guru )
2. Kata benda yang tidak beraturan
     Kata benda ini tidak dapat di ubah hanya dengan penambahan "-es" saja, melainkan harus di hapalkan, contoh kata benda ireguler :
  • Person - people
  • foot - feet
  • woman - women
  • child - children
  • mouse - mice
  • tooth - teeth
  • deer - deer
  • man - men
  • fish - fish
 Okay... sampai sini dulu ya pelajaran tentang kata benda yang bisa dihitung, jangan lupa baca juga kata benda yang tidak bisa dihitung (disini)

Kata Benda Tidak Bisa Dihitung (Uncountable Noun)

Dalam bahasa Inggris, ada kata yng dapat dihitung, dan ada pula benda yang tidak dapat dihitung. contohnya water (air, kita tidak dapat mengatakan one water atau two water.Beberapa contoh benda yang tidak dapat dihitung, antara lain:
  1. Air ( udara )
  2. food ( makanan )
  3. Information ( informasi )
  4. Meat ( daging )
  5. Matematics ( matematika )
  6. sand ( pasir )
  7. money ( uang )
  8. news ( berita )
  9. economics ( ekonomi )
  10. politics ( politik )
Kata News, economic, politics, walaupun berakhiran -s, bukanlah bentuk jamak. Kata yang tidak dapat dihitung TIDAK DAPAT DIUBAH MENJADI PLURAL, akan tetapi kata benda yang tidak bisa dihitung bisa menjdai benda yang bisa dihitung apabila benda tersebut ditempatkan pada wadah yang bisa dihitung, misalnya :
  1. a glass of milk 
  2. Two glasses of milk
  3. Three cups of tea
  4. Some boxes of chalk
  5. a piece of paper
  6. Two pieces of paper
  7. a kilo of meat
  8. Two kilos of meat
Untuk membantu pemahaman anda, berikut ini beberapa pengelompokan benda - benda yang tidak bisa dihitung :
  • Liquid : water (air ), milk (susu), oil (minyak)
  • Food : meat (daging), bread (roti)
  • Construction Material : glass (kaca), wood (kayu), iron (besi)
  • Natural substance : smoke (asap), oxygen (oksigen)
  • Substance with small parts : sand (pasir), sugar (gula), rice (nasi), dust (debu)
  • language : Indonesian, English, javanese
  • Abstract concept, yang berakhiran dengan -ance, -ence, : sadness (kesedihan), ignogance (pengabaian), obedience (kepatuhan), purity (kemurnian)

Namun begitu, ada juga kata kata benda yang bisa menjadi Countable Noun, dan juga Uncountable Noun, tergantung dari knoteks kalimatnya,berikut ini beberapa benda dan penggunaan dalam kalimatnya:

  1. Light ( lampu - cahaya )
    • Please turn on the lamp ( countable noun )
    • Be careful. This fore.it is dark, there is no light here (Uncountable noun)
      2.  Glass (gelas - kaca)
    • I need a glass of coffee ( countable noun )
    • The floor is made of glass ( Uncountable )
      3. Hair ( sehelai rambut - rambut )
    • There is a hair in my drink ( countable )
    • Shinta has long hair ( Uncountable noun )
      4. Business ( usaha - urusan )
    • My dad has a big business ( countable noun )
    • It is not your business ( Uncountable noun )
Okay... sampai sini dulu, penjelasannya... semoga bermanfaat.
Semangat belajar......

Thursday, May 7, 2015

Pengertian dan Contoh Kalimat Causative.

 
Causative verb adalah kata kerja yang biasa dipakai untuk menandakan bahwa seseorang menyebabkan orang lain melakukan sesuatu untuk dirinya. Dalam kenyataan sehari hari, kita dapat meminta, menyuruh orang lain untuk melakukan pekerjaan dengan cara meminta, menyuruh, memaksa atau mungkin juga membayar. Causative verbs ini terdiri dari have, get, make. Kita akan membahasnya satu persatu.

  1. Have / get 
Clause yang mengikuti have / get dapat bermakna active maupun passive.
Pola Active :
Subject + have + object + verb 1
Subject + get + object + verb to inf
Keterangan :
Subject               : I, you, we, they, he, she, it
Causative            : Have (have, had, has)
                            Get (get, got)
Perhatikan contoh berikut ini : (Lihat kata yang diberi garis, “had” diikuti V1, sedangkan “get” diikuti “To inf”)
a.      I had my friend repair my cell phone. (my friend repaired my cell phone)
(saya meminta temanku memperbaiki hand phone ku)
b.      I got my friend to repair my cell phone. (my friend repaired my cell phone)
(saya meminta temanku memperbaiki hand phone aku.)
c.       The president had his advisors arrange a press conference.
(President meminta penasihatnya mengatur konferensi pers.)
d.      Indra has had a friend type all of his papers.
(Indra telah meminta seorang teman untuk mengetik semua tugasnya.)
e.      Edo is having his father contact an English teacher.
(Edo sedang meminta ayahnya menghubungi seorang guru bahasa Inggris)
f.        The editor had the contributor attend acomposition workshop.
(Editor meminta kontributor menghadiri workshop menulis)
g.      Joko got his son to type his poems.
(Joko meminta anak laki lakinya mengetik puisi – puisinya)

Pola Passive
Subject + have + object + Verb 3
Keterangan :
Subject               : I, you, we, they, he, she, it
Causative            : Have (have, had, has)
                            Get (get, got)
Perhatikan contoh berikut:
a.      Ali is having his car repaired this week.
(Ali sedang meminta mobilnya diperbaiki minggu ini)
b.      Siska got her paper typed by a friend.
(Siska meminta tugasnya diketik oleh seorang temannya)
c.       The president is having a press conference arranged by his advisors.
(Presideng sedamg meminta sebuah konferensi pers diatur oleh penasihatnya.)
d.      Angga was having his hair cut when Ani called.
(Angga sedang meminta rambutnya dipotong ketika Ani memanggil.)

2.     2.  Make
Kata causative “make” hanya dapat diaplikasikan pada kalimat active (active clause). Make memiliki makna yang lebih kuat daripada have atau get.
Pola kalimat active
Subject + Make + Object + V1

Contoh penerapan causative “make” dalam kalimat:
a.      The robber made the teller give hime the money.
(Perampok membuat petugas teller memberikan uangnya)
Catatan :
Kalimat tersebut sama dengan artinya “the robbers forced the teller to give him the money”
(Perampok memaksa petugas teller memberikan uangnya)
b.      The manager made the employee attend the meeting.
(Manager meminta/memaksa karyawan menghadiri pertemuan itu)
c.       The teacher always makes the children stay in their seats.
(Guru selalu memaksa/meminta anak anak tetap tinggal di tempat duduknya)
d.      Heny made her son be quiet in the meeting.
(heny membuat anak laki lakinya dia dipertemuan itu)
e.      The president is making his cabinet members sign this document.
(President sedang membuat/memaksa anggota kabinetnya menandatangani dokumen ini.)

3.    Let dan Help
Kata let dan help sebenarnnya bukan kata kerja causative, namun banyak orang memasukan kata kata tersebut kedalam kata kerja causative, mengapa kata kata ini tidak termasuk kata kerja causative? Ini karena pada kedua kata kata tersebut tidak mengimplikasikan bahwa seseorang meminta orang lain melakukan sesuatu untuknya. Namun mari kita bahasa kedua kata tersebut:

a.      Let : Kata let mempunyai arti persamaan arti dengan kata allow atau permit yang berarti mengizinkan.
Pola kalimat ini adalah:
Subject + let + Object + Verb 1

Contoh penggunaan let dalam kalimat:
1.      Mr. Bronto let his daughter swim with her friends.
2.      Mr. Bronto allowed his daughter to swim with her friends.
3.      Mr. Bronto permitted his daughter to swim with her friends.cc
NOTE : ketika kalimat diatas mengandung kata yang sama yaitu “Pak Bronto mengizinkan anak perempuannya berenang dengan teman temannya”

4.      The teacher let the children leave the class early.
(Guru mengizinkan murud murid pulang awal”
5.      Dr. Andi let the students hand in the paper on Monday.
(Dr. Andi mengizinkan murid muridnya mengumpulkan tugasnya hari Senin)
6.      Mr. Indra always lets his children watch cartoons on Saturday morning.
(Pak Indra selalu membiarkan/mengizinkan anak anaknya menonton kartun pada Sabtu pagi)

b.      Help : Bila di masukkan kedalam kata kerja causative, kata ini biasa diikuti oleh kata kerja bentuk pertama.
Pola kalimat :
Subject + help/assist + Object + verb 1
Contoh dalam kalimat
1.      John helped mary wash the dishes.
(John membantu Mary mencuci piring)
2.      The teacher helped Mary find the research materials.
(guru membantu Mary menemukan materi penelitian)

Sampai disini dulu penjelasan tentang causative verb ini, lalu apa yang bisa kita simpulkan dari pelajaran kita ini:
1.      Kata kerja Causative adalah kata kerja yang menyebabkan orang lain melakukan sesuatu
2.      Kata kerja causative ini ada 3, yaitu have (meminta), get (meminta), dan make (memaksa)
3.      Let dan help bukanlah kata kerja causative karena mempunyai arti mengizinkan dan membantu.
Sampai jumpa lagi di pelajaran yang selanjutnya….
Keep learning, and see how far English will affect your life…. See you.

Friday, May 1, 2015

Cara membuat cerita dengan Present Tense (Lesson 1)

Kenapa sih kita harus mempelajari tenses???? Tenses ini sangat berguna bila kita melakukan komunikasi baik secara lisan maupun non-lisan. Dan salah satu tenses penting adalah “Present tense” karena ini adalah tenses yang paling sering digunakan sehari hari.

Apa sih “Present Tense”???
Present tense adalah tenses yang menerangkan suatu aksi yang berulang-ulang dalam suatu waktu. Ada beberapa kata adverb of frequency yang menjadi ciri present tense, yaitu:
1.       Always : selalu
2.       Normally : biasanya
3.       Often : sering
4.       Sometimes : kadang - kadang
5.       Occasionally : sekali - sekali
6.       Seldom : jarang
7.       Hardly ever / rarely : jarang sekali
8.       Never : tidak pernah
9.       Everyday : setiap hari

Bagaimana cara kita membuat kalimat present tense??
Nah, sebelum membuat kalimat, saya selalu membagi subjek menjadi 2 kelompok, yaitu:
Subject
Negative
Verb 1

Adverb
I
Don’t
Go

To the library
You
Eat
Fried rice
We
Study
English
They
watch

Movies
He
Doesn’t
Make

Bread
She
Buy
A present
It
Wash
New car

Dengan bagan diatas, coba kita akan membuat kalimat dengan memilih satu persatu katanya, kita bisa membuat kalimat dengan aturan diatas:
Contoh :
1.       You watch movies
2.       We go to the library
3.       She buys a present

Bagaimana dengan kalimat negative nya???
1.       They don’t study English
2.       I don’t eat fried rice
3.       She doesn’t go to the library

Sampai sini, masih mengerti ya??? Okay… kita lanjutkan dengan membuat pertanyaan, carannya tinggal dibalik aja tuh kolom pertama dengan kolom kedua, bingung??? Nih contohnya:
1.       Do you eat fried rice?
2.       Does he buy a present?
3.       Do they make bread?

Nah bagaimana kalo kita mau menggunakan adverb of frequency yang disinggung diatas (always, never, rarely, never, often)? Kata kata tersebut HARUS diletakkan setelah SUBJECT, contohnya:
1.       We always cook fried rice.
2.       They never eat bread.
3.       She often watches movies.

Lalu bagaimana penerapan present tense ini dalam kehidupan kita sehari hari?? Pernah kan kita pengen menceritakan tentang kegiatan kita, ataupun menggambarkan sesuatu yang sifatnya umum, ataupun mendeskripsikan sebuah benda.

Contoh sederhananya seperti ini:
“Everyday, I wake up at 5 o’clock in the morning, and then I take a bath, and make up my bed, at 7 o’clock I have breakfast with my family, 2 hours later I go to my office and arrive at  9.30. I work 8 hours a day, and have 1 hour break. My job starts at 10.00 to 18.00, and I usually arrive at home at 18.30.”

Seperti itu, setelah bisa dengan subjek “I”. maka karangan itu dapat diganti dengan subjek “she” atau “he”, untuk berlatih, ulangi kegiatan ini selama seminggu,sampai tidak ada kesalahan antara do dengan does, dan juga penggunaan s/es-nya. 

Okay… sampai sini dulu penjelasannya, semoga bermanfaat.